Tampilkan postingan dengan label Places. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Places. Tampilkan semua postingan

LEMBAH INDAH DI RANAH MINANG


Sebuah lembah indah yang terletak di Gunung Singgalang menjadi ikon pariwisata andalan Provinsi Sumatera Barat. Ngarai Sianok, nama lembah elok ini berada di perbatasan kota Bukittinggi, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bentangan megah lembah terjal memanjang hingga mencapai 15 kilometer. Lebarnya 200 meter dengan kedalaman jurang sampai 100 meter.

Karena dialiri "Batang Sianok" yang artinya sungai yang jernih, ngarai atau lembah ini disebut Ngarai Sianok. Batang Sianok kini bisa diarungi dengan menggunakan kano dan kayak yg disaranai oleh suatu organisasi olahraga air "Qurays". Rute yang ditempuh adalah dari Desa Lambah sampai Desa Sitingkai Batang Palupuh selama kira-kira 3,5 jam


Ngarai Sianok memanjang dan berkelok sebagai garis batas kota dari selatan Ngarai Koto Gadang sampai di Ngarai Sianok Enam Suku, dan berakhir di Palupuh, merupakan bagian dari patahan yang membelah dua Pulau Sumatera. Patahan yang terkenal dengan nama Patahan Semangko (bentuknya bagaikan semangka dibelah) ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau - hasil dari gerakan turun kulit bumi (sinklinal) - yang dialiri Batang Sianok yang airnya jernih. Di zaman kolonial Belanda, jurang ini disebut juga sebagai kerbau sanget, karena banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai.

Ngarai Sianok yang juga kerap disebut sebagai “Dream Land of Sumatera” memiliki panorama alam yang sangat mempesona dan udaranya begitu sejuk. Laksana selimut beludru hijau dikelilingi perbukitan asri, inilah penampakan lembah indah ini bila dilihat dari atas. Pada bukit-bukit di Ngarai Sianok tumbuh tanaman langka seperti Rafflesia atau Bunga Bangkai, tanaman obat-obatan, dan lain sebagainya. Di dasar ngarai Anda bisa berjalan-jalan santai, menyapa penduduk setempat yang tinggal di area permukiman di sekitarnya. Anda pun dapat menjumpai fauna beragam di Ngarai Sianok seperti monyet ekor panjang, siaman, simpai, rusa, babi hutan, macan tutul, dan tapir.



Jika dinikmati dari Taman Panorama yang sengaja dibangun oleh pemerintah daerah di bagian kawasan Bukit Tinggi, keindahan Ngarai Sianok tampak sangat luar biasa. Dari Taman Panorama tersebut pula banyak wisatawan lokal maupun mancanegara menikmati matahari terbit dan tenggelam di Ngarai Sianok. Keindahannya begitu menakjubkan dan merupakan target yang bagus bagi fotografer profesional maupun amatir serta pelukis alam untuk mengabadikannya.

Ketika matahari terbit menyibak langit dan muncul dari celah-celah lereng ngarai dengan cahaya menyilaukan, atau saat “sang raja siang” itu bersiap rebah menjelang senja dengan meninggalkan jejak-jejak jingga di sisi dinding ngarai, merupakan pemandangan indah yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Bila Anda ingin menikmati keindahan ngarai dari Taman Panorama, cukup membayar retribusi sebesar Rp 3.000 per orang. Di Taman Panorama, pengunjung juga dapat menikmati pula lokasi wisata Lobang Jepang di bawah tanah kawasan Ngarai Sianok. Hanya saja perlu membayar biaya pemandu lagi sekitar Rp 20.000. Letak Lobang Jepang ini sekitar 40 meter di bawah tanah. Lubang ini didirikan pada 1942-1945 oleh penduduk-penduduk setempat atas perintah paksa tentara Jepang. Di dalam lorong bawah tanah, terdapat 21 lorong kecil. Di antaranya ada lorong penyimpanan amunisi, dapur, penjara, ruang sidang, ruang penyiksaan, tempat pengintaian, tempat penyergapan, dan pintu pelarian.



Untuk mencapai Taman Panorama Ngarai Sianok yang berjarak sekitar 1 km dari pusat Kota Bukittinggi (kawasan Jam Gadang dan Pasar Atas) dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan atau berjalan kaki sembari menikmati kesejukan udara Bukittinggi. Pemandangan Ngarai yang memukau bisa dinikmati dari sana seraya melihat kelincahan monyet-monyet ngarai yang hidup bebas di kawasan Taman tersebut.

Sejumlah maskapai penerbangan menyediakan jadwal terbang dari Jakarta ke Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Dari Padang, menuju Bukittinggi yang berjarak 90 km dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan sewa atau minibus.

Sumber http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/17-lembah-indah-di-ranah-minang

SENJA DI PANTAI LOSARI


"Sejak saya kecil, Pantai Losari merupakan pantai yang sangat indah untuk melihat sunset. Ketika tinggal di Makassar atas undangan almarhum Bapak Jenderal M Jusuf ketika masih menjadi Panglima Kodam Hasanuddin, hampir setiap hari saya diajak ke Pantai Losari. Sampai saya bertanya, apa tidak ada lagi tempat lain selain Losari ya, he-he-he…”. Demikian kata mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri saat meresmikan revitalisasi Pantai Losari pada 11 September 2004 lalu.

P

Apa yang dikatakan Megawati memang tak salah.

Keindahan pantai yang terletak di sebelah barat Makassar ini memang sungguh mempesona, terlebih ketika matahari terbenam di senja hari. Semburat merah jingga dari mentari yang akan rebah di kaki cakrawala memantul pada laut di hadapan pantai Losari, membawa nuansa dan pesona tersendiri bagi yang menyaksikannya. Beberapa perahu nelayan kecil nampak di kejauhan, kian memperkaya warna senja yang luruh di sana. Dan debur ombak yang menerpa lembut tanggul pantai bagaikan musik syahdu yang membawa suasana terasa kian sentimental diiringi hembusan angin sepoi-sepoi dari arah laut. Banyak fotografer yang mengabadikan kejadian ini untuk menyimpan kenangan keindahannya, akan senyum senja Pantai Losari.



Pantai yang juga merupakan landmark Kota Makassar ini memang menawarkan keindahan yang sangat eksotis, terutama saat menyaksikan pemandangan matahari terbenam ketika petang menjelang. Dulunya, sejumlah pedagang makanan bertenda berderet sepanjang kurang lebih satu kilometer di pesisir Pantai Losari. Sampai-sampai ada yang sempat menjuluki sebagai “meja makan terpanjang di dunia”. Hidangan yang disajikan pun sangat beragam, namun kebanyakan didominasi oleh makanan laut dan ikan bakar.

Salah satu hidangan khas dan unik di Pantai Losari adalah Pisang Epe’. Jenis makanan ini berupa pisang mentah dibakar, lalu dibuat pipih kemudian diberi kuah air gula merah. Untuk menambah aroma dan kenikmatan, biasanya sang penjual menambahkan durian pada campuran kuah gula merah tadi.

Saat ini warung-warung tenda yang menjajakan makanan laut tersebut telah dipindahkan ke sebuah tempat di depan rumah jabatan Walikota Makassar yang juga masih berada di sekitar Pantai Losari.

Seusai menikmati senja, tak usah risau untuk mencari tempat mengisi perut yang lapar. Dengan hanya berjalan kaki sekitar 5 menit dari Pantai Losari, anda akan menemukan pusat jajanan “tanah Anging Mammiri” di Pantai Laguna. Mulai sop konro, coto Makassar, sop Saudara, sop pallubasa, pallu mara dan ikan bakar, pisang epe, es pisang ijo, pallubutung, sari laut, bakso, nasi goreng, mie kering dan capcai bisa Anda temukan pada ratusan gerobak yang mangkal di sana. Harganya pun relatif murah, berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 12.500 per porsi.



Oh ya, bila sempat, jangan lupa menikmati becak khas Makassar menyusuri sepanjang pinggir pantai. Sarana transportasi yang sudah hampir langka ini masih bisa kita jumpai di sana. Rasakan sensasi naik becak dengan kayuhan roda si “daeng” seraya menikmati hempasan angin lembut yang menerpa dari arah depan.

Pantai Losari tak hanya bergeliat di senja hari. Setiap minggu pagi, di sepanjang Jalan Penghibur yang tepat berada di pinggir pantai, ramai oleh orang yang berolahraga, mulai dari jogging, senam, bersepeda atau hanya sekadar jalan-jalan menikmati segarnya udara pagi. Berbagai jajanan dan aneka makanan tradisional tersedia, seperti bubur ayam, bubur kacang ijo, empek-empek Palembang, es pallubutung, es pisang ijo, soto ayam, gado-gado atau lontong sayur. Bagi Anda yang akan mencicipi tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, cukup dengan Rp 4000 sampai Rp 6000 per porsi untuk setiap hidangan sarapan pagi ini.

Tidak terlalu sulit untuk mencapai Pantai Losari karena tempat ini termasuk berada di pusat Kota Makassar. Sejumlah angkutan umum melintasi jalur Jalan Penghibur yang berada di pinggiran Pantai Losari. Sejak direnovasi pada 2006, Pantai Losari kian bersolek, semakin bersih dan indah, sebagai salah satu ikon andalan pariwisata Kota Makassar.

Jadi tak lengkap rasanya, bila anda ke Makassar tidak mampir ke Pantai Losari dan menikmati segala romansanya…

Sumber http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/18-senyum-senja-pantai-losari

MENGINTIP PAPUA NUGINI


Papua Nugini, sebuah negara unik yang terletak di samudera Pasifik dan tetap terjaga keasliannya berkat rendahnya tingkat perkembangan perkotaan (hanya 18% dari populasi hidup di pusat-pusat perkotaan). Selain memiliki nama yang unik, Papua Nugini juga punya 850 bahasa asli, dan (dipercaya) sejumlah spesies tanaman dan satwa yang belum diketahui!

Negara ini sebagian besar belum terjamah, bahkan semenjak kemerdekaannya dari Australia pada 1975. Bagaimanapun juga, beberapa turis yang berhasil sampai ke pantai-pantainya akan merasa perjalanan mereka tidak sia-sia.



Papua Market.

Pusat Belanja

Pengalaman yang menarik di Papua Nugini adalah berjalan-jalan di kios pasar. Kebanyakan barang yang diperjualbelikan adalah barang asli dan buatan sendiri. Anda akan menemukan tanda mata asli Papua Nugini seperti: bilum – tas yang terbuat dari serat tanaman, keranjang Bouganville – dipandang sebagai salah satu keranjang dan wadah terbaik di Pasifik, atau sebuah topeng – mungkin tidak dapat dipakai, tetapi mengasyikan! Hati-hati apabila seseorang menawarkan Anda ”artefak kuno” – apa pun yang dibuat sebelum 1960 dilarang untuk diekspor demi menjaga warisan budaya negara.


Underwater beauties.

Olahraga Air

Scuba diving cukup terkenal di Papua Nugini dan banyak tempat penyelaman yang memiliki potensi tak terbatas. Struktur geografisnya menyebabkan lempeng dasar laut jatuh secara drastis dari pinggir pantainya – tetapi limpahan puing-puing bekas Perang Dunia II menambah keistimewaan menyelam di sini. Untuk menyelam di antara puing-puing, pergilah ke Kavieng, Loloata, atau Madang. Jika Anda ingin melihat gugusan karang spektakuler, pergilah ke Eastern Fields, sekitar 200km dari Port Moresby ke arah pantai Australia.


Kokoda Trail.

Hiking

Struktur tanah pulau yang tidak rata membuat Papua Nugini tempat yang sempurna untuk pendaki serius. Untuk sedikit sejarah dan pemandangan yang fantastis, pergilah ke jalur Kokoda, rute sepanjang 60 mil melewati puncak Owen Stanley Range. Penyuka sejarah akan mengetahui situs ini sebagai medan perang Perang Dunia II, titik bertemunya Jepang dan Australia.

Jika Anda mencari ketinggian, pergilah ke puncak: puncak Wilhelm adalah titik tertinggi di pulau ini, tempat berpemandangan indah dan cukup bisa dijangkau, tergantung pada tingkat kebugaran anda. Berangkatlah pagi-pagi agar tiba saat fajar untuk kesempatan
terbaik melihat pemandangan indah.

Ke manapun Anda pergi, waspadalah akan kondisi cuaca: malamnya cukup dingin dan siang harinya lembab dan panas. Ada juga risiko malaria dan sering terjadi banjir pada dataran rendah saat musim hujan. Keluarlah dengan perlengkapan dan pengetahuan cukup.


Beautiful Papua sunset.

Jika Ke Sana

Cara paling praktis ke Papua Nugini adalah lewat udara, terdapat maskapai penerbangan Air Niugini (kerjasama dengan Qantas) dan maskapai Papua Nugini.
Sebagian besar pengunjung memerlukan visa wisatawan; izin 60 hari dapat didapat di bandara, Port Moresby, saat kedatangan. Sama dengan negara-negara Oceania lainnya, pastikan Anda membawa seluruh dokumen perjalanan yang mencantumkan rencana kepulangan anda.

Sejumlah festival terbuka untuk wisatawan, seperti Festival Kopi di bulan Mei, Festival Topeng Nasional di bulan Juli dan festival Hiri Morale di bulan September.

Terdapat laporan akan kekerasan dan kejahatan di beberapa tempat di Papua Nugini. Tingkat penyebaran HIV/AIDS cukup tinggi di beberapa wilayah tersebut. Waspada dalam perjalanan – saya sarankan untuk meminta nasehat dari agen perjalanan yang berpengalaman sebelum memesan perjalanan. Wisatawan wanita tidak disarankan untuk bepergian sendirian.

Untuk informasi lebih lanjut, lihat situs resmi Turisme Papua Nugini.

Sumber http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/26-mengintip-papua-nugini

LOKASI MENYELAM PALING INDAH DI INDONESIA


Lebih dari 5 juta meter persegi perairan mengelilingi negara kepulauan Indonesia. Tidak diragukan lagi, Indonesia menjadi tempat bernaung bagi ratusan bahkan ribuan spesies makhluk bawah air dan gugusan karang yang indah dan berwarna-warni. Pastinya negara ini menawarkan banyak lokasi penyelaman yang merupakan impian kebanyakan penyelam.

Akibat keadaan politik yang sering bergejolak dan peringatan untuk wisatawan yang biasanya terlalu berlebihan, Anda akan jarang menemukan negara ini dalam daftar perjalanan kebanyakan turis. Untungnya bagi wisatawan yang berani dan berjiwa petualang, ini berarti lebih sedikit turis dan lebih banyak ketenangan, sehingga Anda lebih dapat menikmati keindahan sesuka Anda. Berikut adalah daftar dari delapan tempat menyelam yang menakjubkan di Indonesia.


Pulau Bintan, Riau

Mungkin ini adalah pulau yang paling mudah dicapai dari luar Indonesia, tempat penyelaman ini hanya satu jam dari kebisingan Singapura. Pulau ini memiliki hamparan pantai berpasir putih sepanjang 18 km dengan kehidupan lautnya yang kaya, serta beragam lokasi menyelam untuk Anda nikmati.

Tidak jauh dari garis pantai sebelah utara, terdapat ngarai kecil sedalam 8 meter dengan dasar yang rata, sangat cocok untuk Anda yang baru pertama kali belajar scuba diving. Tempat unik lainnya adalah lokasi kapal karam, Anda dapat mengeksplorasi sisa-sisa kapal tanker tua yang karam bertahun-tahun lalu di kedalaman laut.

Photo credits - tjhinn & Ria Qorina Lubis

Kepulauan Seribu, Jakarta

Area unik ini terdiri dari ratusan pulau kecil (makanya dilebih-lebihkan jadi 'Kepulauan Seribu'), adalah tempat wajib bagi penyelam asal Jakarta. Dari bermacam pulau tersebut, beberapa yang terkenal yaitu Pulau Kotok Besar, Pulau Kotok Kecil, Karang
Bongkok, Pulau Sepa dan Pulau Pantara.

Pulau Seribu sangat mudah dicapai, Anda hanya perlu menyewa speedboat dari Marina atau kapal nelayan dari satu dari sekian pelabuhan. Hanya sekitar satu atau dua jam dari Jakarta, Anda akan bisa menyelam sepuasnya. Beberapa pulau yang lebih besar
menyediakan akomodasi lebih baik sekelas resort dan villa, tetapi Anda butuh menyewa kapal untuk mencapai pulau-pulau kecil – tempat karang-karang indah berada!


Karimun Jawa, Jawa Tengah

Bagian lain dari Laut Jawa yang juga merupakan surga bagi para penyelam adalah sebuah pulau di seberang laut dari Semarang, Jawa Tengah. Tempat ini, disebut Karimun Jawa, merupakan rangkaian 27 pulau kecil dikelilingi oleh laut yang kaya akan gugus karang biru Acropora. Para penyelam dapat menjelajahi sisa-sisa dari Indonour, sebuah kapal pedagang kuno yang karam pada 1955. Suguhan tambahan di sini adalah beragam penyu laut yang ditetaskan di taman perlindungan alam.


Pulau Derawan, Kalimantan Timur

Sekitar 50 mil dari Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, sebuah area yang meliputi pulau-pulau kecil. Tempat ini dipenuhi dengan gugusan koral spektakuler dan gua bawah laut untuk penjelajah berjiwa petualang. Derawan memiliki lebih dari 17 lokasi penyelaman, tiap lokasi memiliki atraksi unik tersendiri untuk Anda nikmati. Beberapa tempat yang terkenal adalah Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban dan Pulau Maratua.

Di Pulau Sangalaki Anda dapat menemukan pari elang, pari, hiu macan dan sotong. Setiap malam Anda bisa melihat penyu hijau raksasa menetaskan telur di pulau ini. Atraksi utama Pulau Kakaban adalah danau air asin yang dihuni oleh ubur-ubur yang tak menyengat dan ikan gobi. Sementara di Pulau Maratua, Anda akan menemukan banyak ikan berukuran besar seperti barakuda, tuna dan mackerel. Turis bahkan sempat melihat hiu kepala martil dan sampai delapan spesies paus di sini.




Pulau Komodo, Flores

Pulau ini biasanya dikenal karena menjadi tempat bermain bagi komodo, spesies kadal raksasa. Untuk scuba diving, Pulau Komodo juga memiliki sejumlah lokasi penyelaman terbaik di negeri ini. Dari Sebayour Kecil, Pulau Tengah Kecil dan Pantai Merah menawarkan beragam atraksi bawah laut seperti beragam mackerel, kod dan ikan kerapu.

Di Pantai Merah, tidak jauh dari pantai, Anda akan menemukan 5 meter turunan penuh ikan berwarna-warni. Terdapat lebih banyak lokasi penyelaman di pantai bagian barat dari Flores seperti, Pulau Tatawa, Pulau Tatawa Kecil, Pulau Rinca dan Pulau Nusa Node.



Nusa Penida, Bali

Pulau Nusa Penida, berlokasi di timur Bali, merupakan lokasi terkenal untuk penyelam lokal maupun internasional. Sekitar satu jam dari Bali, pulau ini memiliki beberapa gugusan karang yang sangat sehat, yang jelas terlihat pada kedalaman 15 sampai 30 meter.

Bagi pemula, trdapat bermacam lokasi penyelaman di pantai sebelah timur pulau ini yang cocok untuk dijelajahi. Pada pantai sebelah selatan terdapat Blue Corner, Nusa Lembongan dan Gamat, lebih tepat untuk penyelam berpengalaman yang mencari tantangan. Ikan matahari sering terlihat di Teluk Crystal sementara manta birostris merupakan pemandangan biasa di Manta Point.


Bunaken, Sulawesi Utara

Tempat ini merupakan lokasi penyelaman terkenal yang memiliki reputasi internasional lebih baik dari lainnya, terdiri atas pulau-pulau kecil seperti Pulau Sialdoen, Gangga, Mantehage, Nine dan sebuah gunung tua di tengah laut, Manado Tua. Snorkeling dan
menyelam sangat terkenal di sini dengan lebih dari enam belas titik penyelaman tersebar di seluruh area pulau-pulau. Bunaken memiliki lekukan sedalam 30 meter, tempat tinggal beragam spesies ikan dan kehidupan laut lainnya. Penampakan hiu adalah hal yang biasa, jadi berhati-hatilah!



Selat Lembeh, Sulawesi Utara

Masih di Sulawesi Utara ada ikon lain dunia penyelaman, Selat Lembeh. Lokasi ini terkenal secara internasional dengan keragaman biota lautnya yang hanya ada di tempat itu. Di sini anda akan dapat menemukan gurita mimic, kuda laut pygmy, sotong, dan frogfish berambut. Tempat ini merupakan surga untuk fotografi bawah laut dan sering disebut “Kiblat dari Fotografi Makro”. Bagaimanapun juga tetap waspada, keindahan Selat Lembeh diperuntukkan bagi penyelam yang berpengalaman.

Sumber http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/37-lokasi-menyelam-menakjubkan-indonesia

LAUTAN PASIR GUNUNG BROMO


Keberadaan Gunung Bromo dengan lautan pasirnya yang fenomenal sudah cukup lama dikenal sebagai salah satu tujuan wisata terkemuka di Indonesia. Gunung Bromo merupakan salah satu gunung pada Pegunungan Tengger.



Dengan ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, panorama elok terpancar saat memandang pesona alam yang tidak akan pernah ada habisnya. Gunung Bromo berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti Brahma atau seorang dewa yang utama dan terletak dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Daya tarik Gunung Bromo yang istimewa adalah kawah di tengah dengan lautan pasirnya yang membentang luas di sekeliling kawah Bromo, mengepulkan asap putih. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Ketinggian yang relatif “rendah” untuk ukuran gunung membuat perjalanan menuju Gunung Bromo relatif mudah.



Dari puncak gunung berapi yang masih aktif ini, Anda bisa menikmati hamparan lautan pasir luas, dan menyaksikan kemegahan gunung Semeru yang menjulang menggapai langit. Anda juga bisa menatap indahnya matahari beranjak keluar dari peraduannya atau sebaliknya menikmati temaram senja dari punggung bukit Bromo.

Untuk melihatnya, Anda harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Medan yang harus dilalui untuk menuju Gunung Pananjakan cukup berat. Untuk menuju kaki Gunung Pananjakan, Anda harus melalui daerah yang menyerupai gurun yang dapat membuat Anda tersesat. Saat harus menaiki Gunung Pananjakan, jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam, tentu membutuhkan ketrampilan menyetir yang tinggi.

Untuk itu, banyak pengunjung yang memilih menyewa mobil hardtop (sejenis mobil jeep) yang dikemudikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung. Sampai di atas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari. Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat.



Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan momen ini. Anda pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas.

Namun, saat langit cerah, Anda dapat melihat bulatan matahari yang pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini. Antara lain, Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Sejarah terbentuknya Gunung Bromo dan gunung-gunung yang ada di sekitarnya berawal dari keberadaan Gunung Tengger (4.000 mdpl) yang merupakan gunung terbesar dan tertinggi saat itu.

Kemudian terjadi letusan dahsyat yang menciptakan kaldera dengan ukuran diameter lebih dari 8 kilometer. Material vulkanik letusan gunung sekarang berubah menjadi lautan pasir, konon material tersebut pernah tertutup oleh air. Aktivitas vulkanik dengan munculnya lorong magma mengakibatkan terbentuknya gunung-gunung baru seperti Gunung Bromo, Gunung Widodaren, Gunung Batok, Gunung Watangan, Gunung Kursi dan Gunung Semeru.



Bromo memang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan panorama gunung lainnya. Di sekitar Bromo hingga puncak tidak ditemui tanaman hijau selain semak belukar. Gunung Bromo yang masih terdapat dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa lautan pasir seluas 5.250 hektare.

Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70 ribu atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang beterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.

Dari kaki gunung fenomenal itu, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo , Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap.

Anda juga dapat melayangkan pandangan ke bawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Setelah berlama-lama di puncak, apabila pelancong sudah merasa kelaparan, di bagian bawah Bromo terdapat warung-warung yang menjajakan gudeg, mie instan, air mineral dan jajanan murah. .

Selain menyaksikan keindahan panorama yang ditawarkan oleh Bromo-Semeru, apabila Anda datang di waktu yang tepat, maka Anda dapat menyaksikan Upacara Kesodo, yang diadakan oleh masyarakat Tengger. Upacara ini biasanya dimulai pada saat tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kesodo [ke-sepuluh] menurut penanggalan Jawa.

Photo credits - Rhamadian Qadafi/Portaltiga

Upacara Kesodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Saat prosesi berlangsung, masyarakat Tengger lainnya beramai-ramai menuruni tebing kawah dan sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

Ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan saat ke kawasan Gunung Bromo antara lain, Berkunjunglah pada musim kemarau, jangan musim penghujan, sehingga anda akan mendapatkan momen pemandangan yang sempurna. Siapkan pakaian pelindung dingin, seperti kerpus, slayer, syal, sarung tangan, jaket, dan jangan lupa sepatu karena cuaca disini cukup dingin. Bawalah juga kacamata untuk pelindung dari debu pasir selama di Segoro Wedi. Jangan berada di kawah Bromo di atas pukul 9 pagi untuk menghindari risiko keracunan.

Ada empat pintu gerbang utama untuk memasuki kawasan taman nasional Bromo Semeru ini yaitu: Desa Cemorolawang jika melalui jalur Probolinggo, Desa Wonokitri dengan jalur Pasuruan, Desa Ngadas dari jalur Malang dan Desa Burno adalah jalur Lumajang.

Adapun rute yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut:
- Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km,
- Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km
- Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km

Sumber http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/44-lautan-pasir-gunung-bromo

BANTING MURUNG DI BANTIMURUNG


Secara geografis objek wisata Bantimurung memiliki luas wilayah mencapai 6.619,11 km2 Memasuki kawasan ini, kita akan disambut oleh sebuah gapura besar dengan kupu-kupu raksasa, diikuti patung kera berukuran jumbo. Ini menandakan Bantimurung merupakan habitat asli kupu-kupu dan kera.


Air terjun jatuh perlahan melalui batu cadas dari ketinggian 15 meter dan lebar 20 meter menyajikan nuansa alam yang khas. Selain pemandangan alam yang indah, air terjun ini juga dimanfaatkan oleh pengunjung untuk kegiatan mandi atau sekadar untuk merasakan percikan sejuk air pegunungan.

Di sekitar air terjun, terdapat cekungan-cekungan sungai yang biasa dimanfaatkan pengunjung untuk berenang. Di sebelah kiri air terjun terdapat jalan wisata dan tempat duduk permanen yang membatasi jalan dengan sungai, terusan dari air terjun. Biasanya pengunjung yang datang sekadar mengabadikan gambar panorama air terjun. Di sebelah kanan air terjun, terdapat areal yang cukup landai untuk berkumpul bersama keluarga dengan menggelar tikar sambil menikmati pemandangan. Pengunjung juga bisa duduk di bawah pepohonan rindang atau mandi di air terjun.



Taman Wisata Alam Bantimurung secara umum bergelombang sampai berbukit-bukit. Batuan kapur membentuk bebukitan terjal di kanan kiri sungai. Daerah datar terletak di bagian selatan, tempat terdapatnya air terjun dan kolam. Daerah datar lainnya yang mempunyai panorama cukup menarik terletak di bagian utara taman wisata alam, dapat ditempuh melalui jalan setapak dari air terjun. Vegetasi yang terdapat di Taman Wisata Alam Bantimurung adalah tipe hutan hujan pegunungan yang didominasi oleh famili Liniaceae, antara lain; jambu hujan (Eugenia sp), jabon (Anthocepalus cadamba), pala-pala (Mangifera sp), enau (Arenga pinnata), centana (Pterocarpus indicus) dan lain-lain.


Selain menikmati pesona air terjun Bantimurung, terdapat objek wisata lain di sekitar kawasan ini yakni goa mimpi dan goa batu. Goa Mimpi merupakan salah satu tempat yang digemari. Di dalam goa terdapat stalaktit (relief batu yang terbentuk dari tetesan air dan menggantung di atas langit-langit goa) indah dengan kumpulan kristal. Bening dan mampu memantulkan cahaya. Di sekelilingnya diterangi lampu sehingga memperindah suasana dalam goa. Inilah yang membuatnya disebut goa mimpi karena ketika berada di dalamnya, kita seakan-akan berada dalam mimpi.

Untuk menuju Goa Batu dibutuhkan stamina yang prima meskipun pengelola sudah membuatkan anak tangga setinggi 10 meter. Perjalanannya cukup jauh dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 20 menit. Namun setelah tiba, segala kelelahan segera terbayar dengan pemandangan indah serta air terjun kecil yang begitu asri. Belum lagi keindahan di dalam goa dengan stalaktit dan stalagmite sepanjang lorong 30 meter.



Pada 1856 – 1857, Alfred Russel Wallace menghabiskan sebagian hidupnya di Indonesia untuk meneliti berbagai jenis kupu-kupu, termasuk kupu-kupu Bantimurung. Menurut Wallace, Bantimurung merupakan The Kingdom of Butterfly karena ditemukan beragam spesies kupu-kupu langka yang jarang terdapat di daerah lain. Berbagai jenis kupu-kupu yang terdapat di kawasan tersebut antara lain dari family Saturnidae, Nocturnidae, Spingidae dan Nyphalidae. Jenis kupu-kupu tersebut menurut para ahli hanya terdapat di Taman Wisata Alam Bantimurung. Menurut Matimu (1977) dan Achmad (1998) dalam Buku Rencana Pengelolaan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (2006), terdapat 103 jenis kupu-kupu yang ditemukan di sana, dan sebaran kupu-kupu jenis komersil seperti Troides haliptron dan Papilio blumei adalah dua jenis endemik yang mempunyai sebaran sangat sempit, yaitu hanya pada habitat berhutan di pinggiran sungai.

Untuk menjaga kupu-kupu dari kepunahan, pemerintah setempat membuat penangkaran di lokasi ini, dan tentunya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung. Selain penangkaran, ada juga museum kupu-kupu sebagai informasi dan pusat data kupu-kupu yang hidup di alam Bantimurung. Sebelum pulang jangan lupa untuk membeli oleh-oleh kupu-kupu indah Bantimurung yang sudah diawetkan dalam bingkai kaca dengan jumlah variatif. Oleh-oleh ini bisa dipajang di dinding rumah sebagai kenangan dan tanda bahwa Anda sudah mengunjungi “Kerajaan Kupu-Kupu” di Bantimurung.


Untuk menikmati kesejukan dan keindahan Bantimurung, pengunjung cukup membayar retribusi karcis sebesar Rp 5000 untuk dewasa dan Rp 3500 bagi anak-anak. Bagi Anda yang ingin berlama-lama di sini, tersedia fasilitas penginapan dengan kisaran harga antara Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu plus fasilitas televisi di dalamnya.

Sumber http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/41-membanting-kemurungan-di-bantimurung

ALOR AND PANTAR


Alor still belongs to the remote areas in Indonesia. It is located only 30 km north of Timor-Leste and about 1000 km east of Denpasar (Bali). Some new roads have opened parts of the interior, but because of its rugged surface many parts of the island still are hard to access. The region near its main town Kalabahi is one of the few flat areas on the island. The island has many different tribes that until recently lived separated from each other. This has resulted in 15 different indigenous languages on the island. Its total population is 170,000. Administratively Alor belongs together with the neighbouring island Pantar to Alor District.

Coast of Alor



Alor is 90 km in length and has an area of about 2800 km², making it the largest island of the Alor archipelago. The island Pantar is about 50 km across. Kalabahi is the only town of importance on the island of Alor, with a population of about 60,000. In spite of its size and location the variety of goods available in Kalabahi is reasonable high.


The origin of the Alor drums called 'Moko' is not clear

Alor is known for its about 0.5 m high bronze drums called 'Moko'. They are hourglass shaped and have four ear-shaped handles. It is said that the Alorese found them buried in the ground. There are theories that these drums origin from the Vietnam area and in the past were brought to the island by traders.

Map Alor area

Alor, Roti and Timor-Leste area (please click image for larger version)


The seas around the island offer 40 world class dive sites of which many still completely unspoiled. The area offers pristine coral gardens, overhangs and caves, abundant fish life, and big fish like Giant Groupers, Manta Rays and a variety of reef Shark. Because of possible strong currents it is advisable to have a dive guide who knows the dive spots.

Comming from Jakarta, Surabaya or Denpasar (Bali) you can reach Alor via Kupang (West Timor). Daily flights to Kupang are operated by several airline companies (among others Merpati, Batavia Air, Lion Air and Sriwijaya Air). There are as well flights between Darwin (Australia) and Kupang. TransNusa Trigana Air and Merpati offer flights from Kupang to Alor 5 x weekly.

Sumber http://www.liveaboards-indonesia.com/destinations/alor.htm

THE BANDA ISLAND


The Banda Islands probably are one of the few places in Indonesia where you can find the perfect combination of excellent diving, interesting history and beautiful nature and landscape. These ‘spice islands’ certainly are a most suitable destination for a combination of land trips and diving or snorkeling.


Bandaneira seen from Gunung Api. Left of the town is the airstrip visible.


The cone shaped volcano pointing out of the sea is a beautiful landmark in the landscape and gives an amazing view on the area to those who have the energy to climb to its top. In the mornings and evenings the sea between the main island Neira, Banda Besar and the volcano (called Gunung Api) can be flat like a mirror giving a serene relaxing atmosphere. Neira and Banda Besar have roads, but only a few cars. An airstrip on Neira serves the occasional planes flying between Neira and Ambon.
The last eruption of the volcano, which has a height of 656 meter, was in 1988. A big stream of lava entered the sea at the north and south-western side of the mountain. It is surprising to see how this underwater lava flow, which became basaltic boulders up to 27 meters depth, has been covered with coral already.

Map Banda Islands


Banda Islands (please click image for larger version)

The Banda Islands consists of eleven islands located in the Banda Sea, about 200 km south-east of Ambon. The three main islands are Neira, Banda Besar and Gunung Api. The administrative centre is located at the island Neira in the little town called Bandaneira. The largest island is Banda Besar which measures about 12 km in length and about 3 km in width. The islands are part of the district Maluku Tengah in the province Maluku Selatan and have a total land area of 172 km2. Their total population is about 19,000. The Banda Sea is Indonesia’s deepest sea, reaching at some places 6,500 m depth.

The islands have attracted regional and international traders for more than 3,000 years. Prior to 1500, no European had ever landed on the shores of Maluku, but there had always been Asian traders. The biggest and most valuable commodities were nutmeg and cloves.
The production and export of nutmeg was a VOC monopoly for almost two hundred years. The Banda Islands was for a long time the only place where the nutmeg was allowed to be grown.

Neira harbors historic buildings and places that have their origin in colonial times. Two of these are Fort Belgica and Fort Nassau, once important strongholds of the Dutch. Fort Belgica is one of the largest remaining European Forts in Indonesia. Further there is the old Dutch cemetery and some colonial houses. In one of these houses Hatta (who later would become Indonesia’s first vice-president) was living when he was kept in exile by the Dutch.
Other interesting colonial buildings are the governors’ house and the old church.


The "MSY Seahorse" in front of Fort Belgica

On Banda Besar there is an interesting nutmeg plantation. Next to that there are the Fort Hollandia in Lontoir and Fort Concordia in in the village of Weyer.

The Banda island most to the west, called Run, has played an important role in English-Dutch rivalry. Finally, under the Treaty of Breda (1667), the British traded the small island for Manhattan, giving the Dutch full control of the Banda archipelago.

Let's not forget the diving. This is what the people of the “Sea Horse” say about diving around the Banda Islands:

Both Pulau Run and Pulau Ai have pristine clear waters, lovely walls and good fish life. You might go a bit deeper in search of more hammerheads. Other big fish that can be seen here are napoleons, schools of black snappers and bumpheads.

In diving there are a few really unique areas in the world and the dive under the pier of Banda Neira is one of them... . The size of the mandarin fish are just out of this world, you might need a wide angle lens!

If you are looking for other critters, cockatoo wasp fish, flying gurnards, frog fish, juvenile barramundis, juvenile emperor angle fish, juvenile sweetlips... , plenty of chances!

The hard coral garden under the lava flow of Gunung Api should not be missed. It is a miracle to dive in a garden that has grown in such a short period of time after the eruption of 1988.

Batu Kapal, at the entrance of Banda offers some of the bigger fans you will see and it is full of life, a real fishy dive.

A bit south is Hatta, consisting of an underwater coral garden with a friendly school of bumpheads and some white tips among its highlights.

Sumber http://www.liveaboards-indonesia.com/destinations/banda_islands.htm

RAJA AMPAT ISLAND AND LIVEABOARDS


RAJA AMPAT ISLANDS

WEST PAPUA INDONESIA

Sumber http://www.rajaampat-liveaboard.com/raja-ampat-islands.html

KEPULAUAN SERIBU


Pulau pramuka berada pada bagian tengah gugusan kepulauan seribu. Memiliki luas sekitar 9 Ha. Secara administratif, pulau pramuka berada di kelurahan pulau panggang, kecamatan kepulauan seribu utara, provinsi DKI Jakarta, dengan jumlah penduduk sekitar 1.004 jiwa. Sebagai pusat pemerintahan kepulauan seribu, pulau pramuka memiliki bermacam fasilitas yang lebih lengkap dibanding pulau2 disekitarnya.Di pulau ini tersedia sekolah2 mulai dari tingkat SD sampai SMA, rumah sakit, kantor kelurahan, pusat pelestarian penyu sisik, dan lain lain. Selama ini pulau pramuka menjadi salah satu lokasi tujuan wisata favorit di kepulauan seribu, selain pulau untung jawa, pulau puteri dan pulau bidadari. Kondisi pulau dan laut yang masih sangat terjaga serta pemandangan laut yang indah merupakan pengalaman yang tidak akan mudah terlupakan bagi wisatawan yang berkunjung kesana. Ditambah keramahan penduduk yang menghuni pulau pramuka memberikan kesan aman dan nyaman bagi para wisatawan. Selain itu, letaknya yang strategis membuat pulau pramuka dapat dijadikan lokasi homestay yang ideal untuk mengunjungi pulau2 lain yang berada di kawasan kepulauan seribu.

Banyak hal yang bisa anda lakukan untuk mengisi liburan anda disini, seperti snorkeling, diving, memancing, kayaking, atau sekedar menikmati sunset di dermaga pulau pramuka bersama pasangan. Untuk snorkeling, anda cukup merogoh kocek sebesar 20 – 40 ribu rupiah untuk 6 jam. Lokasinya, anda bisa memilih untuk snorkling di sisi dermaga pulau pramuka, atau ikut paket trip yang disediakan untuk snorkeling di lokasi yang mereka anda mau. Sedangkan untuk scuba set, anda bisa menyewanya dengan harga 350 ribu rupiah untuk 2 kali diving. Perairan sekitar pulau pramuka memang sangat bagus untuk dijadikan lokasi snorkeling dan scuba diving. Selain karena kejernihan air dan arus yang bersahabat, kawasan ini mempunyai kekayaan ekosistem bawah laut yang masih terjaga kelestariannya. Itulah sebabnya mengapa banyak instruktur dan operator scuba diving di wilayah jabodetabek menggunakan kawasan pulau pramuka sebagai lokasi latihan penyelaman mereka.

Untuk anda yang mempunyai hobi memancing, anda bisa menyalurkan hobi anda di dermaga pulau pramuka yang terletak dibagian depan pulau. Atau jika anda ingin hasil yang lebih memuaskan, anda bisa menyewa kapal nelayan yang banyak tersedia untuk memancing di spot2 mancing yang banyak di huni ikan2 besar. Untuk menyewa kapal mincing ini, anda tinggal merogoh kocek sekitar 350 – 450 ribu rupiah per trip. Jauh lebih murah dibandingkan lokasi – lokasi lain seperti tanjung pasir dan tanjung kait di tangerang.
Ingin berdayung santai sambil menikmati matahari tenggelam bersama pasangan anda? Silahkan coba menyewa kayak yang tersedia disana. Harga sewanya sekitar 50 ribu rupiah untuk satu jam. Anda bisa mencoba mengetes kekompakan anda dan si dia dalam mendayung sampan. Sambil menikmati semburat jingga matahari senja yang perlahan kembali ke peraduannya. Lalu mintalah seseorang mengambil gambar silhouette anda bersama pasangan saat matahari sudah separuh menghilang. Owh… sungguh sebuah pengalaman yang tidak akan anda lupakan sepanjang hidup anda bersama si dia. :p
How To Get There
Untuk menuju pulau pramuka anda bisa melalui pelabuhan Muara angke atau Marina di ancol. Jika memilih melalui Muara angke, anda bisa menumpang kapal penumpang berukuran sedang yang hanya ada dua kali dalam sehari. Yaitu pada pukul 7 pagi dan pukul 1 siang. Tarifnya sekitar 30 ribu rupiah untuk sekali jalan. Pastikan anda datang setidaknya 30 menit menjelang keberangkatan. Karena terutama pada akhir pekan atau saat liburan, anda harus berebut tempat dengan penumpang lain. Karena di kapal ini, anda tidak akan menemukan satu kursi pun selain kursi nahkoda kapal di bagian depan, alias lesehan. Waktu tempuh menuju pulau pramuka sekitar 2,5 sampai 3 jam. Tergantung kondisi kapal dan gelombang di perairan laut jawa.
Untuk anda yang mempunyai kocek lebih dan lebih mengutamakan kenyamanan, anda bisa menumapang speedboat dari marina dengan tariff bervariasi. Antara 150 sampai 400 ribu per orang sekali jalan. Waktu tempuhnya sekitar 90 menit. Sepengetahuan kami, kapal dari marina hanya ada pada akhir pekan. Jadi untuk keamanan dan kenyamanan anda, sebaiknya anda terlebih dahulu menghubungi penyedia layanan transportasi tersebut di marina.
Homestay Di Pulau Pramuka
Di pulau pramuka, ada banyak tempat yang bisa anda sewa untuk tempat menginap. Harganya bervarisasi, antara 350 – 500 ribu rupiah permalam. Jika beruntung masih kebagian tempat, anda bisa menginap di villa delima yang terletak tepat di pinggir pantai di bagian depan. Harga sewanya berkisar 350 ribu rupiah permalam. Atau anda bisa juga menyewa rumah2 yang di sediakan penduduk untuk anda sewa. Sebagian ada yang ber AC. Anda juga bisa memesan catering kepada pemilik wisma dengan kisaran harga 10 – 20 ribu rupiah perorang.
Sumber http://indonesiantraveller.com

PULAU MENJANGAN


Jika Anda suka menyelam dan berpetualang di bawah laut, sempatkan datang ke Pulau Menjangan. Ini adalah pulau yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Adalah perairan di sekitar pulau ini yang menjadi tujuan para pelancong, karena panorama bawah lautnya yang sangat indah. Tahukah Anda, keindahan panorama bawah laut Pulau Menjangan merupakan salah satu yang terindah di dunia.

Karang-karangnya tersusun menyerupai terasering dan menempel di dinding hingga kedalaman 50 meter. Ada karang biru, karang meja dan berbagai jenis karang lain yang dilindungi pemerintah. Konon, keindahan panorama bawah laut di kawasan ini tak kalah dibanding panorama bawah laut di Karibia.

Tak heran, sudah sejak lama kawasan ini menjadi ajang aktivitas menyelam para wisatawan asing. Biasanya, para wisatawan itu menyeberang ke Pulau Menjangan pada pagi hari dan kembali ke Pulau Bali pada sore hari. Menggunakan perahu motor, menyeberang ke Pulau Menjangan dari Pulau Bali atau sebaliknya, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Untuk sampai ke tempat menyelam di Pulau Menjangan, wisatawan bisa langsung ke Labuhan Lalang yang menjadi tempat penyeberangan. Lokasinya sekitar 10 kilometer sebelah utara Pelabuhan Gilimanuk. Masuk ke lokasi penyeberangan ini, wisatawan dikenakan retribusi Rp 2.500 per orang dan dapat menyewa perahu seharga Rp 250 ribu selama lima jam.

Perahu ini bisa mengangkut maksimal 12 orang penumpang. Yang khas dari perahu ini adalah, bagian geladaknya dibuat dari kaca sehingga wisatawan bisa menikmati panorama bawah laut dari atas perahu. Desain ini disiapkan untuk wisatawan yang enggan menyelam, namun ingin menikmati panorama bawah laut.
Setidaknya terdapat 5.000 wisatawan yang berkunjung ke Pulau Menjangan setiap bulannya. Sebagian besar dari mereka adalah wisatawan asing asal Eropa seperti Belanda dan Prancis. Sebagian lainnya adalah turis asal Asia seperti Korea dan Jepang. Wisatawan domestik? Hanya sesekali saja terdapat rombongan wisatawan lokal yang berkunjung ke sana. Mereka biasanya tidak menyelam, melainkan hanya menikmati keindahan bawah laut dari atas perahu.

Mereka yang ingin menyelam di perairan Pulau Menjangan namun khawatir tersesat di bawah laut karena tidak mengenal medan, bisa menyewa pemandu menyelam yang sudah berpengalaman. Jika enggan menyelam, wisatawan bisa melakukan snorkeling untuk menikmati keindahan penarama bawah laut. Puas menyaksikan keindahan alam bawah laut, wisatawan bisa menghabiskan waktu sembari duduk-duduk, berenang, atau mandi di tepi pantai pulau yang tak berpenghuni ini.

Sesuai dengan namanya, pulau ini memang dihuni banyak menjangan. Saat bersantai di pulau ini, jangan kaget bila tiba-tiba muncul hewan bertanduk dari balik semak. Itu dia menjangan. Dulu, populasi menjangan di pulau ini cukup banyak. Namun akibat perburuan yang dilakukan sejumlah orang yang tidak bertanggungjawab, populasi menjangan di pulau ini, menyusut.. Pemerintah agaknya menyadari hal itu. Konservasi yang dilakukan pemerintah terhadap Pulau Menjangan dengan memasukkannya ke dalam zona TNBB, merupakan langkah untuk melindungi habitat menjangan dari kepunahan.

Tak hanya terumbu karang dan menjangan. Taman Nasional Bali Barat juga dikenal sebagai habitat burung jalak bali atau jalak putih. Dulu, ratusan burung berbulu putih dan bermata biru itu menghuni kawasan hutan di TNBB. Namun, lagi-lagi karena ulah tangan-tangan jahil, burung yang harganya bisa mencapai Rp 50 juta per ekor tersebut diburu dan kini musnah. Beruntung, masih ada tempat penangkaran jalak bali yakni di Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Menyambangi wilayah paling barat Pulau Bali, jangan pula melewatkan objek wisata air panas di Desa Sumber Kima. Wisatawan lokal dari berbagai daerah di Bali sering melancong ke sana, khusus untuk mandi air panas yang keluar dari mata air alami. Konon, air panas ini bisa mengobati sejumlah penyakit. ”Saya secara rutin, terutama setiap liburan sekolah, datang untuk mandi di sini bersama anak-anak dan anggota keluarga,” kata Wayan Tirta, warga asal Kabupaten Buleleng.

Puas berendam di air panas, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke arah timur sekitar 10 km untuk mencapai Pura Pulaki. Di sini, ratusa kera siap menyambut kedatangan Anda. Kera-kera itu jinak dan sangat akrab dengan wisatawan yang datang. Hanya saja, jangan terlena oleh sikap jinak mereka. Sebab, di balik gayanya yang ramah dan jinak, mereka ternyata suka usil seperti membuka pengunci tas atau menjambret perhiasan.
Mengingat wilayahnya yang luas, perlu waktu setidaknya satu hari untuk menikmati tempat-tempat menarik di Bali bagian barat ini. Tak perlu risau, jika Anda harus menginap. Banyak hotel dan hotel melati yang bisa dipilih sebagai tempat bermalam. Tarifnya relatif murah, bisa ditawar pula. Jika Anda berniat melanjutkan perjalanan ke Bali Timur seperti Denpasar atau Ubud, sebaiknya menginap di Negara, ibukota Kabupaten Jembrana. Di kota ini, tersedia pilihan penginapan yang lebih bervariasi. Anda juga bisa dengan mudah mencari pengisi perut, baik untuk makan malam maupun sarapan.
Sumber http://indonesiantraveller.com/wisata-pantai-dan-bahari/pulau-menjangan.htm

WAKATOBI : "SURGA DI ATAS, SURGA DI BAWAH"


Wakatobi: surga di atas, surga di bawah

terumbu karang Wakatobi

Bayangkan kalau ada sebuah tempat yang mengklaim dirinya dengan moto “surga di atas, surga di bawah”. Jangan jorok dulu, itu adalah motonya Wakatobi – sebuah kabupaten di Sulawesi Tenggara. Disebut juga Tukang Besi Islands, wilayahnya seluas 1,39 juta hektar tapi 97%-nya adalah laut dan dihuni sekitar 100 ribu penduduk. Fakta yang sangat menarik, alam bawah laut Wakatobi memiliki 750 spesies karang dari 850 spesies yang ada di dunia. Red Sea yang terkenal itu aja cuma ada 200 spesies, bahkan Karibia cuma ada 70 spesies! Pentingnya keanekaragaman terumbu karang bagi para penyelam adalah kita dapat melihat beraneka ragam spesies di satu tempat sekaligus tanpa banyak usaha, jadi nggak liat yang itu-itu doang.

Saya membuktikan “surga di bawah” ketika menyelam di sekitar Pulau Tomia dan Hoga. Tak usah sampai menyelam, dari kapal pun terumbu karangnya terlihat jelas. Begitu masuk… widiih, terumbu karangnya rapat menempel, tumbuh subur dan sehat. Sekali jalan memang tidak pernah sama pemandangannya. Mulai dari karang yang bentuknya seperti otak, di sebelahnya ada karang berbentuk hamparan kembang kol dan mawar raksasa, lalu bentuk pentol-pentol, bentuk meja, dll. Belum lagi soft coral-nya mulai dari bentuk bunga kecil, pohon, jamur, sampai kipas laut (sea fan) yang gede-gede dan berwarna-warni ngejreng.

Ikannya sendiri luar biasa banyaknya. Memang tidak ada ikan besar karena bukan perairan dalam, tapi ada penyu, lion fish, lobster, bumphead parrot fish, ular laut, moray eel, termasuk makhluk kecil macam nudibranch yang masing-masing beragam jenisnya. Ikan Nemo (clownfish) sih buanyak banget dan nggak cuma berwarna oranye kuning doang, tapi juga ada yang ungu dan biru. Saya juga sempat bertemu dengan schooling ratusan ikan barakuda yang tajam-tajam sepanjang semeter berenang mengelilingi saya di situs bernama Table Coral City.

Suatu kali saya bela-belain menyelam jam 6 pagi demi melihat ikan pada saatrush hour di situs bernama Ali Reef. Ya ampun, saya sampe ‘pusing’ sendiri melihat gerombolan ikan yang seliweran dari segala arah dengan kecepatan tinggi. Ratusan ikan warna biru berderetan ngebut dari kanan ke kiri, ikan warna kuning ngebut juga dari kiri ke kanan, ikan putih ngebut dari atas ke bawah, ikan hitam dari bawah ke atas… dan persis di depan muka saya ratusan ikan GT (giant trevally) masing-masing sepanjang setengah meter memblokir pandangan! Wuaah!

keren!

Asiknya lagi, visibility-nya mencapai 30 meter, artinya jarak pandang di bawah laut sangat jauh karena airnya jernih. Bahkan pernah seharian menyelam pas mendung dan hujan tapi di dalam sana tetap terang, malah jadi kece banget karena serba biru cahayanya. Lansekap bawah lautnya pun beragam, mulai dari datar, slope, pinnacle, sampaiwall, jadi bener-bener nggak bikin bosan. Soal arus, di sana memang agak kencang, tapi itulah kuncinya: semakin kencang arus, maka semakin banyak ikannya.

Pulau Hoga

Nah, bagaimana dengan “surga di atas”? Wakatobi berciri khas Indonesia Timur dengan langit yang selalu biru di siang hari dan jutaan bintang yang selalu terlihat di malam hari. Begitu pesawat mendekati Wakatobi saja saya sudah menahan napas melihat pemandangan yang spektakuler dari atas: pulau hijau, pasir putih, air laut bergradasi biru muda ke biru tua, dan atol. Ternyata selain 39 pulau, Wakatobi juga memiliki sejumlah atol. Bahkan Karang Kaledupa merupakan sebuah atol terpanjang di dunia dengan panjang 48 km! Atol di Great Barrier Reef Australia memang panjangnya sampai 3.600 km, tapi itu merupakan kumpulan dari atol-atol, bukan terbentuk dari sebuah atol.

Soal “surga di atas”, pelabuhan Wanci aja bersih, tidak ada sampah dan ceceran oli kapal sehingga air lautnya bening-ning-ning. Paling keren memang resor muahal itu yang terletak di Pulau Tomia. Maklum pemiliknya yang bule itu benar-benar menjaga kebersihan dan kerapian pantai, bahkan orang yang bukan tamu aja dilarang merapat di laut depan resor. Yah demi kelestarian alam, nggak apa-apa deh. Agak minggir jauh, saya menginap di Tomia Dive Centre. Sama-sama di pinggir pantai, tapi di depan bungalow saya tidak berpasir melainkan langsung laut.

Pulau Nda'a

Baru di Pulau Hoga lah saya bisa berjemur di atas hamparan pasir putih pantai yang didominasi oleh pohon pinus, bukan pohon kelapa lho. Aih, kerennya! Hoga juga merupakan pusat dari Operation Wallacea, sebuah LSM asal Inggris yang fokus pada penelitian terumbu karang dan perikanan. Tiap Juli-Agustus 600 orang bule datang ke sana untuk penelitian karena Wakatobi memiliki keanekaragaman laut yang terbanyak di dunia. Tapi di sekitar Wakatobi, pulau yang paling keren adalah Pulau Nda’a. Pulau yang tidak berpenghuni ini terletak sekitar sejam naikspeedboat dari Pulau Tomia. Isinya hamparan pasir putih dengan sedikit tumbuhan dan air laut bening yang tenang. Beuh, nikmat bener untuk berenang dan guling-guling.

Patuno Resort

Ah, nggak ada air tawar dan listrik doang sih sepadan dengan surganya Wakatobi. Baru aja menyetujui pernyataan itu, sambil menunggu pesawat kembali ke Makassar, Imin mengajak saya nongkrong di Patuno Resort yang hanya berjarak 10 menit dari bandara Wanci. Wedeh, baru tau ada resor kelas menengah di pinggir pantai berpasir putih yang keren, nyaman, dan ada air dan listrik 24 jam! Rupanya resor ini baru beroperasi beberapa bulan yang lalu, katanya sih milik Bupati Wakatobi. Jadi sekarang berlibur di Wakatobi ada pilihan, ada penginapan kelasbackpacker di Hoga, kelas borju ratusan dolar semalam di Tomia, dan kelas menengah di Wanci. Setelah seminggu tidak ketemu toilet duduk dan irit air, di sana otomatis perut saya bergejolak dan menumpahkan seluruh isi di dalamnya. Hehe!


Sumber http://naked-traveler.com/2010/10/13/wakatobi-surga-di-atas-surga-di-bawah/

Category: 0 komentar
Diberdayakan oleh Blogger.

Amazon

adsense